10.1 Hubungan Pengetahuan, Sikap dan Ketersediaan Wadah Styrofoam Dengan Penggunaan Wadah Styrofoam Sebagai Kemasan Makanan Pada Penjual Jajanan Di Pasar Lampahan Kecamatan Timang Gajah Kabupaten Bener Meriah Tahun 2024
Kata Kunci:
Styrofoam, pengetahuan, sikapAbstrak
Menurut Environmental Protection Agency (EPA) Styrofoam merupakan penghasil limbah berbahaya ke-5 terbesar di dunia, hal ini disebabkan karena Styrofoam berasal dari butiran-butiran styrene, yang diproses dengan menggunakan benzana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Pengetahuan, Sikap dan Ketersediaan Wadah Styrofoam Dengan Penggunaan Wadah Styrofoam Sebagai Kemasan Makanan Pada Penjual Jajanan Di Pasar Lampahan Kecamatan Timang Gajah Kabupaten Bener Meriah Tahun 2024. Jenis penelitian ini bersifat analitik dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pedagang makanan jajanan yang ada di pasar Lampahan Kecamatan Timang Gajah Kabupaten Bener Meriah yaitu sebanyak 37 pedagang makanan dan jajanan. Sampel dalam penelitian ini adalah menggunakan total sampling adalah cara pengambilan sampel yang dilakukan dengan seluruh total populasi dijadikan sampel. Penelitian dilakukan pada tanggal 01 sampai tanggal 16 September 2024 dengan menggunakan kuisioner. Dari hasil penelitian dan analisis uji chi-square menunjukkan nilai masing-masing variabel antara lain berdasarkan Faktor Pengetahuan diperoleh nilai P Value 0,003 (P ≤ 0,05), Faktor Sikap diperoleh nilai P Value 0,000 (P ≤ 0,05), dan Faktor Ketersedian Wadah Styrofoam diperoleh nilai P Value 0,000 (P ≤ 0,05). Hal ini menunjukkan secara statistis bahwa terdapat Hubungan Pengetahuan, Sikap dan Ketersedian Wadah Styrofoam dengan penggunaan wadah Styrofoam sebagai kemasan makanan pada penjual jajanan. Disarankan kepada pedagang makanan dan jajanan di pasar Lampahan agar dapat mengetahui tentang penggunaan styrofoam yang dapat menimbulkan masalah kesehatan apabila salah dalam menggunakannya.













