10.18 STUDI KUALITATIF PELUANG LINGKUNGAN SEKOLAH UNTUK MENCAPAI CUCI TANGAN PAKAI SABUN (CTPS) DI SD NEGERI REMBELE KECAMATAN BUKIT KABUPATEN BENER MERIAH TAHUN 2025
Kata Kunci:
cuci tangan pakai sabun, peluang lingkungan sekolahAbstrak
Cuci tangan pakai sabun (CTPS) merupakan perilaku hidup besih dan sehat yang sangat
penting untuk mencegah penularan penyakit terutama pada anak usia sekolah dasar, yang
menjadi masalah umum adalah pengetahuan yang masih kurang, bukan hanya pengetahuan
terciptanya peluang lingkungan sekolah untuk mencapai cuci tangan pakai sabun didukung
beberapa faktor seperti kebijakan sekolah, fasilitas yang di sediakan oleh sekolah serta
kendala yang di hadapi dalam mewujudkan peluang lingkungan cuci tangan pakai sabun.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peluang lingkungan sekolah untuk mencapai cuci
tangan pakai sabun (CTPS) di SD Negeri Rembele, kecamatan Bukit kabupaten Bener
Meriah, Metode penelitian ini mengunakan metode kualitatif bersifat deskriptif analitik
dengan pendekatan analisis dan untuk mendapatkan data, peneliti melakukan observasi dan
wawancara menadalam kepada pihak Sekolah. Informan dalam penelitian ini mengunakan
porposive sampling berjumlah 8 informan. Penelitian ini di lakukan pada bulan April sampai
dengan bulan Mei 2025. Hasil penelitian ini menunjukkan saat dilakukan observasi peneliti
menemukan ada tempat-tempat untuk mencuci tangan di beberapa titik namun fasilitasnya
sudah tidak ada lagi dan untuk tempat airnya menggunakan galon kran Fortable yang mana
hanya dapat menampung air dengan kapasitas kecil. fasilitas cuci tangan pakai sabun
penampungan airnya hanya sebatas galon kecil dengan keran dan tidak bertahan lama. Hasil
wawancara menunjukkan bahwa sekolah memiliki peluang yang cukup besar untuk
menciptakan lingkungan cuci tangan pakai sabun, kurangnya fasilitas dan sarana prasarana
yang tersedia, menjadi salah satu kendala dalam perwujudan lingkungan cuci tangan pakai
sabun di SD Negeri Rembele, seperti kekurangan tempat cuci tangnan atau Washtafle, sabun
dan yang paling krusial yaitu distribusi air bersih yang kurang lancar menjadi penghambat
dalam perwujudan tersebut. Namun pihak sekolah terus berupaya dalam menciptakn CTPS
dengan melakukan rencana pembangunan sumur bor dan pembuatan tempat cuci tangan yang
lebih layak lagi.













